Home Berita Anies Buka Pengaduan Warga DKI dengan Chatbot

Anies Buka Pengaduan Warga DKI dengan Chatbot

572
0
SHARE
CHATBOT: Acara kerjasama Botika dengan Pemprov DKI Jakarta. (Ist)

JAKARTA, tiras.co – Botika, perusahaan kecerdasan buatan asal Indonesia berfokus di bidang Chatbot, kini tengah melebarkan sayap untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam pembuatan Jakarta Virtual Assistant (JAVIRA).

JAVIRA merupakan chatbot yang memudahkan warga DKI untuk mengobrol secara lebih dekat dengan pemerintah, di dalamnya warga mampu mengetahui informasi terkini mengenai kota hingga pelaporan aduan.

Penandatanganan ini resmi dilaksanakan di Balai Agung, Gedung Balaikota pada 13 September 2019, dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Penandatanganan kerjasama Botika dengan Pemprov DKI menjadi salah satu milestone untuk terus eksis dan menjadi pionir perusahaan Chatbot di Indonesia yang menjadi solusi komunikasi di era digital,” ujar CEO & Founder Botika, Ditto Anindita.

JAVIRA ke depannya menjadi chatbot pertama yang dibuat oleh pemerintah provinsi di Indonesia. Komitmen DKI Jakarta dalam mendukung program pembangunan kota cerdas atau smart city DKI Jakarta, dan Botika menjadi salah satu startup lokal yang mendukung Pengembangan Kota Cerdas DKI Jakarta. Bersanding dengan startup unicorn lainnya seperti Go-Jek, Grab, Bukalapak, Duithape, Tokopedia, Shopee dan Nodeflux.

Nantinya, JAVIRA menjadi asisten chat pintar yang didukung dengan teknologi kecerdasan buatan atau populer dikenal sebagai Artificial Intelligence (AI), untuk memudahkan warga kota berkomunikasi lebih dekat dengan pemerintah.

Tak hanya itu, teknologi chatbot JAVIRA juga didukung dengan teknologi Machine Learning (ML) dan Natural Language Processing (NLP) Bahasa Indonesia yang memudahkan warga kota mengobrol via chatting dengan bahasa kasual dan tidak kaku.

Menurut Ditto, tujuan layanan via chatting dibuat agar warga kota tidak perlu merasa kesulitan lagi untuk mendapatkan informasi, melakukan pengaduan hingga sekedar bertegur sapa dengan pemerintah kota.

Ke depannya ketika resmi dirilis, chatting dengan JAVIRA ini akan mampu menerima persoalan warga, media komunikasi pemerintah, menjawab persoalan warga, city guide dan langsung menyalurkan masalah ke dinas terkait.

JAVIRA dengan begitu, membuat konsep mengobrol dengan pemerintah melalui berbagai media sosial menjadi mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.

Botika juga berencana untuk melebarkan pengembangan teknologi JAVIRA ke depannya, dengan menambahkan fitur Predictive Anlytics yang mampu menjadi media monitoring mengenai topik-topik hangat apa saja yang sedang dibicarakan warga kota di media sosial.

Kerjasama Botika dengan DKI Jakarta menjadi terobosan cerdas bagaimana asisten chatting pintar, memudahkan komunikasi warga kota dengan pemerintah menjadi lebih bersahabat dan tetap solutif. Respon cepat, kota nyaman.

Tak hanya soal komunikasi dengan warga yang semakin terbuka, teknologi chatbot dari Botika juga mampu menciptakan sistem monitoring untuk pemerintah yang lebih real time dan kesigapan dalam menindaklanjuti aduan-aduan warga.

“Jadi, tidak ada alasan lagi untuk pemerintah sulit dihubungi. Era yang serba cepat seperti ini, JAVIRA mampu menjadi solusi utama untuk menjadi penghubung antara warga kota dengan pemerintah,” tambah Ditto.

Untuk mengobrol dengan JAVIRA, warga hanya cukup menggunakan fitur add friends di media sosial Telegram, Facebook Messenger dan LINE. Dalam waktu dekat, JAVIRA akan hadir di kanal media sosial pemerintah provinsi DKI Jakarta. (bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here