Home Senggang Anak Rendra Baca Puisi Bapaknya

Anak Rendra Baca Puisi Bapaknya

323
0
SHARE
Pembacaan puisi karya WS Rendra di Tembi Rumah Budaya. (tiras.co/dok Tembi)

BANTUL, tiras.co – Tiga anak penyair WS Rendra bakal tampil di acara Sastra Bulan Purnama di Tembi Rumah Budaya Jalan Prangtritis Bantul, Rabu, 16 Oktober 2019, malam.

Mereka akan membacakan puisi-puisi karya bapaknya yang berjuluk Si Burung Merak. Ketiga anak itu, Theodorys Setya Nugroho dikenal dengan nama Tedy Rendra, tinggal di Bali.

Clara Sinta tinggal di Jakarta dan Rachel Saraswati tinggal di Yogya. Anak-anak Rendra lainnya belum bisa ikut tampil membaca puisi.

”Kebetulan anak saya yang tinggal di Inggris, Rowan Lintang Raina Mataram pulang, nanti sekalian saya minta membaca puisi papa yang sudah diterjemahkan,” kata Tedy.

Kegiatan bertajuk ”Menapaki Jejak Rendra: Anak-anak Rendra Membaca Puisi Bapaknya”. Selain ketiga anak Rendra, seorang aktor handal Landung Simatupang juga bakal turut membaca puisi.

Lagu puisi karya Rendra akan dinyanyikan Untung Basuki, Tatyana dan Umar Muslim. Untung Basuki membawakan tiga lagu puisi Rendra yang sudah lama digarapnya dan seringkali dipentaskan di acara sastra.

Ketiga lagu itu berjudul ”Sebatang Lisong, Maju Perang dan Mengolah Kesadaran”. Tatyana dan Umar Muslim membawakan lagu puisi masing-masing berjudul ”Serenda Hijau, Kangen, Burung Hitam, Ibunda (Engkau adalah Bumi), Kali Hitam, Stanza dan Kenangan dan Kesepian”.

Aset Bangsa

Ketua Yayasan sekaligus pemilik Rumah Budaya Tembi, Nuranto melihat Rendra sebagai aset. Bukan saja aset bagi keluarga tetapi juga bagi bangsa. Karya-karyanya diterbitkan dan terus diterbitkan sehingga perlu dikelola.

”Saya kira anak-anak Rendra secara bersama perlu mengelola aset-aset bapaknya. Bukan hanya apa yang ditinggalkan tetapi nama besar Rendra itu sendiri adalah aset. Mengelola untuk mengembangkan kebudayaan di Indonesia,” tandas Nuranto.

Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro menjelaskan karya Rendra sudah banyak diterbitkan bahkan ulang oleh penerbit yang berbeda-beda.

Bisa jadi anak-anaknya tidak memiliki koleksi lengkap karya-karya Rendra yang sudah diterbitkan. Seperti Tedy sendiri disebutnya tidak memiliki buku puisi bapaknya, sehingga perlu dicarikan agar dirinya bisa memilih puisi mana yang akan dibacakan.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here