Home Berita AMSI Komitmen Tingkatkan Kompetensi Wartawan Online

AMSI Komitmen Tingkatkan Kompetensi Wartawan Online

69
0
SHARE
30AMSI2
AMSI: Peserta Konferwil II AMSI Yogyakarta sukses menyelenggarakan pemilihan ketua baru 2020-2023. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) DIY pada kepengurusan baru 2020-2023 berkomitmen meningkatkan kompetensi wartawan media online yang bernaung di asosiasinya.
“Kami akan mendorong para wartawan agar lulus uji kompetensi. Ini untuk meningkatkan kredibilitas media online agar bermanfaat bagi masyarakat,” kata Anton Wahyu Prihartono (Pemred Harianjogja.com) yang terpilih untuk kedua kalinya sebagai Ketua AMSI DIY, dalam Konferwil II di The Atrium Hotel, Senin (30/11/2020).
Dalam konferwil tersebut Reren Indralina (Pemred Radar Jogja Digital) terpilih sebagai sekretaris mendampingi Anton. Sedangkan Badan Pertimbangan dan Pengawas Organisasi (BPPO) yang terpilih adalah Octo Lampito (Pemred KRjogja.com), Putut Wiryawan (Pemred Koranbernas.id), dan Heri Purwata (Jognews.com).
Peningkatan kompetensi jurnalis ini nantinya sejalan dengan upaya menyajikan produk media yang kredibel di hadapan pembaca. Selain itu, AMSI mendorong perusahaan media untuk terverifikasi dewan pers. Hal ini perlu dilakukan agar media online mendapatkan kepercayaan publik.
Menurut Ketua Badan Pertimbangan dan Pengawas AMSI Pusat, Sapto Anggoro media perlu memiliki karakter dengan tetap mempertahankan kredibilitas.

Ketua AMSI periode 2020-2023 Anton Wahyu Prihartono dan Sekretaris Reren Indralina. (Tiras.co/Ado)

Berita Hoaks
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat membuka konferwil secara virtual mengatakan, teknologi informasi telah membentuk sebuah tatanan baru, yaitu information society. Hal ini dapat ditengarai dengan kuantitas informasi yang beredar di masyarakat. “Sayangnya, kuantitas informasi disusupi juga oleh informasi yang tidak benar atau hoaks,” kata Sultan.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science, sambung Sultan menunjukkan, bahwa berita bohong lebih cepat menyebar daripada berita asli. Bahkan 1 persen dari berita bohong yang paling populer berhasil menjangkau 1.000 hingga 10.000 pengguna, sementara berita asli sangat jarang menjangkau 1.000 pengguna. “Tak diragukan lagi, saat ini diperlukan sebentuk kerja bersama untuk memerangi dan meminimalisir peredaran hoax di masyarakat,” ujar Ngarsa Dalem.
Untuk itulah gugus media online yang tergabung dalam AMSI diharapkan dapat menjadi simpul distribusi informasi yang akurat dan mencerdaskan. “Saya berharap, media yang tergabung di dalam AMSI senantiasa memegang teguh amanah Undangundang No 40 tentang Pers dan juga kode etik jurnalistik,” kata Sultan.
Sultan percaya bahwa media digital di DIY, khususnya yang tergabung dalam AMSI bisa bersinergi dengan Pemda DIY, dalam rangka menyampaikan warta pembangunan. Selain itu media di AMSI sangat berpotensi untuk turut aktif menjaga dan menyebarkan budaya nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here