Home Berita AM Putut Prabantoro, “Saya Bukan Yahya Waloni”

AM Putut Prabantoro, “Saya Bukan Yahya Waloni”

429
0
SHARE

JAKARTA, tiras.co – Foto AM Putut Prabantoro saat selfie bersama pemimpin umat Katolik sedunia Paus Fransiskus dimanfaatkan pihak tidak bertanggung sebagai ilustrasi tautan yang berjudul “Bukti !!! Video Yahya Waloni Masih Pendeta”. Dengan foto yang diunggah di youtube itu seolah Putut adalah Yahya Waloni.

“Saya bukan Pak Yahya Waloni. Bertemu saja belum pernah apalagi mengenalnya. Penggunaan foto saya itu jelas hoax. Ini dapat menimbulkan salah paham dari para pihak terkait dengan unggahan tersebut. Jadi, bukan tidak mungkin pemasangan foto ini akan memancing permasalahan,” kata Putut kepada tiras.co saat mencoba merespon penggunaan foto pribadinya dalam tayangan video di youtube di Jakarta, Selasa (18/9/2018). Foto yang diunggah Ancoreh pada 9 bulan lalu itu telah ditonton lebih dari 25 ribu viewer.

Putut Prabantoto selaku Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) ini mengakui foto yang diunggah di youtube dengan link https://youtu.be/PgkpV0UZbtA itu adalah foto dirinya saat selfie dengan Bapa Paus Franciscus di halaman Basilica St. Petrus, Vatikan, pada Rabu 28 Oktober 2015 lalu. Menurutnya, foto bersejarah tersebut sempat menjadi berita di berbagai media Indonesia karena merupakan foto langka berselfie dengan pemimpin umat Katolik sedunia dengan menggunakan tongsis.

Alumnus LEMHANNAS – PPSA XXI itu menjelaskan, dirinya mendapatkan tautan tersebut dari seorang rekan di Yogyakarta. Mendapat kiriman dari temannya itu, saat itu Putut mengaku kaget sekaligus geli karena sudah jelas si pengunggah melakukan aksi hoax. “Saya tidak paham maksud pengunggah dengan pemasangan foto saya,” ucapnya.

Bagi Putut, foto itu mempunyai sejarah tersendiri. Ia ceritakan, foto selfie dengan Bapa Paus Fransiskus saat itu terjadi ketika dirinya bersama Hermawi Taslim diundang untuk menghadiri Konferensi Internasional Peringatan 50 Tahun Ensiklik Nostra Aetate tentang toleransi, pluralisme dan membangun kesepahamanan antaragama. Acara peringatan itu dihadiri berbagai pemuka agama dan aktivis tolerasi dan pluralisme dari berbagai negara. “Konferensi internasionalnya sendiri ketika itu diselenggarakan di Universitas Gregoriana, Roma,” terangnya.

Hermawi Taslim yang dimaksud Putut adalah Wasekjen Partai Nasdem dan Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Maruf Amin. Saat memenuhi undangan dari Vatikan, Hermawi Taslim selaku Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (FORKOMA PMKRI) dan Putut sebagai Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa).

Menanggapi judul tautan di youtube oleh penunggah yang tak bertanggung jawab, Putut merasakan ada nuansa SARA di dalamnya. Meski isinya, sama sekali tidak menyangkut dirinya, dan hanya foto bersama Paus Franciscus yang menjadi ilustrasi utama dalam tautan tersebut. Putut juga tak mengerti alasan foto dirinya dan Paus Franciscus digunakan sebagai ilustrasi dalam tautan yang sama sekali tidak sesuai dengan spirit yang dibawa dirinya bersama Hermawi Taslim pada saat momentum itu terjadi.

Bagi Putut, agama adalah urusan pribadi yang tidak perlu diperdebatkan, atau dijadikan alat pembenaran. Meskipun demikian, sekalipun urusan pribadi, agama harus berbuah perbuatan baik bagi sesama karena agama berdimensi sosial, utamanya memanusiakan manusia. “Ketika agama menghasilkan buah permusuhan, substansi dari agama itu hilang,” ujarnya.

Terkait unggahan video dengan menggunakan fotonya, Putut minta pihak yang mengunggah mencabut fotonya agar tidak menimbulkan salah paham atau salah kenal terhadap orang yang berkaitan dengan maksud unggahan tersebut. Menurutnya, jika foto dirinya tidak dicabut dalam tautan, maka Putut mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah bijak demi nama baiknya.

*/bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here