Home Berita Alumni SMA Kolese de Britto Bedah Rumah Penjual Es

Alumni SMA Kolese de Britto Bedah Rumah Penjual Es

37
0
SHARE
25jBob
BEDAH RUMAH: Alumni SMA Kolese de Britto bersama Si Bob, penjual es legendaris di SMA tersebut. (tiras.co/is)

JOGJA, tiras.co – Man for others, bagi siswa dan alumni SMA Kolese de Britto, Yogyakarta, jadi mantra yang begitu hidup. Setiap pribadi seperti berlomba-lomba menyalakan apinya. Pun, secara bersama-sama, saling menjaga dan memperbesar nyalanya.
Seperti hari Minggu, 18 Oktober 2020. Di sebuah desa di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, berlangsung acara yang penuh dengan semangat “menjadi manusia bagi sesama”: peresmian dan serah terima renovasi rumah Bob.
Bob seorang penjual es serut di Kantin SMA Kolese de Britto. Boleh dibilang, semua alumni pasti mengenal sosoknya yang kalem dan lugu. Luas beredar, selama sekolah, banyak siswa yang “ndoglas” dagangannya. Jika tak ngemplang, minimal membayar lebih sedikit dari yang diambil. Bob diam.
Di setiap reuni, cerita ini mengemuka. Jadi cerita konyol sekaligus kasihan. Dan Bob selalu diundang meski acara berlangsung di luar hari sekolah. Berkat untuk Bob, mereka yang dulu berbuat curang berlomba-lomba bayar utang. Mereka bayar jauh lebih banyak dari yang diminum.
Sayang, beberapa tahun ini, kesehatan Bob menurun. Ia terkena stroke. Tak bisa jualan. Ia pulang kampung bersama istrinya. Tak ada aktivitas, tak ada penghasilan.
Mendengar kabar ini, beberapa alumni De Britto angkatan 1985 menengok Bob dan memberikan bantuan. Saat menengok itu mereka menemukan kebutuhan Bob yang lain, termasuk keinginan keluarga berjualan wedangan/angkringan.
Informasi ini sampai ke Presiden Perkumpulan Alumni Kolese de Britto Handoko Wignjowargo. Tanggapan Handoko, “Dibuka untuk semua angkatan saja.”

Urunan
Berangkat dari lampu hijau itu, dibukalah gerakan tali asih untuk Bob berupa bedah rumah. Singkat cerita, dalam waktu singkat, terkumpul dana hampir Rp80 juta. Ini belum termasuk bantuan dari beberapa pribadi alumni berupa kursi roda dan walker untuk mobilitas Bob.
Agus “Krecek” Supriyanto ditunjuk sebagai pimpinan proyek. Digambarlah kebutuhan Bob: lantai, plafon, plester tembok, kamar mandi dalam, tandon air, dan gerobak angkringan. Dikerahkanlah 5 tukang dan 2 kenek.
Michael Septanto, Lurah Angkatan 85, saat serah terima, menerangkan, apa yang mereka buat ini semata-mata sebagai perwujudan spirit “man for others”. “Sekecil apa pun peran kita dan semampu yang kita lakukan,” ujarnya. Selain, secara internal, kegiatan seperti ini disebutnya berharga untuk mempererat keguyuban dan merekatkan persaudaraan.
Sebulan selesai. Disaksikan lurah desa dan warga setempat, proyek bedah rumah diserahterimakan. Rumah kakek bernama asli Samto Warno Sugito ini kini semakin layak dan nyaman dihuni. Angkringannya pun makin lega dan bersih. Dana yang terpakai hanya Rp43 juta. Selebihnya dikembalikan ke rekening perkumpulan alumni.
Bagaimana tanggapan Bob? Pria 60-an tahun yang saat sehat pun pendiam ini tak mengeluarkan sepatah kata pun selain ekspresi bahagia dari matanya menyaksikan di teras rumahnya berdiri angkringan “JBob”; nama yang semakin menyatukan kekeluargaan alumni De Britto dan Bob.
*/bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here