Home Berita Akses Real Count KPU Harus Objektif dan Transparan

Akses Real Count KPU Harus Objektif dan Transparan

360
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Ketua Aliansi Pengusaha Nasional Yogyakarta Mirwan Syamsudin Syukur menilai quick count bukanlah alat ukur kemenangan dalam kontestasi politik, melainkan hanya sebagai salah satu instrumen dalam demokrasi untuk menggambarkan kecenderungan masyarakat dalam memilih.

“Dan itu (quick count-Red) tidak menjamin akan mendapatkan hasil 100% sesuai dengan real count. Dan akses real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus objektif dan dapat diakses secara transparan,” kata Mirwan Syukur kepada pers di Yogyakarta, Kamis (18/4/2019).

Dalam pernyataan sikapnya terkait dengan penyelenggaraan pemilu serentak 2019 lalu diharapkan segenap elit politik dan para penyelenggara negara, utamanya KPU mencontoh kedewasaan rakyat dalam berdemokrasi, dan jangan menodai kepercayaan rakyat. “Kedewasaan dalam berdemokrasi dan profesionalisme dalam berdemokrasi telah ditunjukkan rakyat,” sebutnya.

Kedewasaan dalam berdemokrasi , tunjuknya, itu terlihat dari tingginya animo warga negara yang ingin menggunakan hak konstitusionalnya sebagai warga negara serta minimnya gesekan antarpendukung dalam proses pemilu tersebut.

Mirwan mengungkapkan, dalam penyelenggaraan pemilu kali ini pihaknya mendapati beberapa hal yang tidak sesuai dengan aturan yang telah dibuat KPU sendiri. Di antaranya masih adanya DPT bermasalah, kerusakan surat dan kotak suara di berbagai daerah serta keterlambatan surat suara di sejumlah wilayah.

“Dengan berbagai kelemahan tersebut, kami berharap KPU dapat menunjukkan profesionalismenya dengan mengawal penghitungan suara dengan sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya,” pungkasnya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here