Home Berita 91 Tim Robotika Perguruan Tinggi se-Indonesia Ikuti KRI di UMY

91 Tim Robotika Perguruan Tinggi se-Indonesia Ikuti KRI di UMY

426
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Sebanyak 91 tim robotika dari 48 perguruan tinggi di Indonesia siap ambil bagian dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) tingkat nasional 2018 di Sportorium Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa-Jumat (10-13/7).

Ketua panitia Sri Atmaja P. Rosyidi ST, MSc Eng PhD menyebutkan kontes kali ini dibagi dalam lima kategori, yakni Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Sepak Bola (KRSBI) Beroda, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). “Kontes robot kali ini akan menjadi wahana unjuk kemampuan dan karya bagi 91 tim yang berhasil maju ke perhelatan nasional,” katanya kepada pers di Sportorium kampus setempat, Senin (9/7).

Tema “inteligently think, mechanically linked” yang diusung KRI 2018 kali ini juga merupakan respon dari perkembangan minat pelajar dan mahasiswa dalam bidang robotika sekaligus sebagai persiapan untuk menjawab tantangan revolusi industri keempat.

Kontes robot dimulai dengan mengadakan simposium yang akan mempresentasikan ide robot dari masing-masing peserta simposium. Khusus peserta KRSBI yang wajib mengikuti simposium, mereka nanti akan memberikan presentasi untuk rancang bangun dari robot yang mereka bangun, mulai dari konsep awal hingga proses perakitannya. KRI ini rencananya akan resmi dibuka oleh Menristekdikti, selanjutnya akan diikuti dengan pelaksanaan setiap kategori perlombaan secara simultan.

Menurutnya, bisa berpartisipasi dalam kompetisi nasional ini patut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para tim yang berhasil terpilih. Ini mengingat untuk sampai ke tahap nasional, para peserta harus melewati proses yang cukup panjang. Mulai dari pengumpulan proposal desain robot yang kemudian harus melewati tahap evaluasi dari para juri. Perakitan robot yang lolos tahapan evaluasi hingga kompetisi tingkat regional.

Sementara Ketua Dewan Juri KRI nasional 2018, Ir Wahidin Wahab, MSc, PhD menyebutkan bahwa perkembangan robotika di kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia cukup pesat. Hal tersebut juga dibarengi dengan berbagi prestasi yang merekacapai dalam berbagai kompetisi. Misal oleh Tim Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) yang mewakili Indonesia dalam ajang Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC). PENS berhasil meraih juara 1 dalam kontes robot internasional tersebut.

KRI 2018 juga menyuguhkan kontes robot tari, yang merupakan ciri khas dari perlombaan robotika yang diadakan oleh Indonesia. Menurutnya, kontes robot tari ini sudah dimulai sejak 2009, dan ingin di jadikan sebagai sebuah ciri dari kontes robot Indonesia. Kategori tari yang diperlombakan adalah tari yang berasal dari berbagai kebudayaan di Indonesia. Mulai dari Tari Piring, Tari Jaipong dan kali ini kami mengangkat tari Remo sebagai tema kontes robot tari KRI 2018.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here