Home Tekno 35 Perupa dari 16 Negara Berkarya Bersama di Omah Petruk

35 Perupa dari 16 Negara Berkarya Bersama di Omah Petruk

747
0
SHARE
Hasoe
PAMERAN: Indro Kimpling diapit Hasoe dan seniman asal Vietnam.

JOGJA, tiras.co

– Perupa Yogyakarta, Hadi Soesanto (Hasoe) yang beberapa waktu lalu sukses menggelar pameran internasional lukisan dengan media saklar, kali ini mengundang 35 perupa dari 16 negara untuk berkarya bersama di Omah Petruk, Karangkletak, Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta (DIY), Minggu-Kamis, 22-26 Oktober 2017 ini.

Selama 5 hari, para pelukis dari berbagai negara, seperti China, India, Japan, Nepal, Netherlands, Nothern Ireland, Philippines, Romania dan negara lain itu akan melukis bersama dalam tema yang beragam. Event ini bertajuk Yogyakarta International Art Festival. Kerja sama dengan KRMT Indro (Kimpling) Suseno, selanjutnya seluruh karya mereka akan dipamerkan di Jogja Gallery jalan Pekapalan No 7, Alun-alun Utara, Keraton Yogyakarta, Gondomanan, Yogyakarta pada 28 Oktober 2017 mendatang.

Hasoe menyampaikan, Yogyakarta International Art Festival adalah yang kali kedua penyelenggaraannya. Sebelumnya, gelaran sama dilaksanakan pada 2015,. Saat itu, ia sukses mendatangkan 52 seniman dari 22 negara. “Tentu, ini bukan soal jumlah. Meski pada tahun ini jumlah peserta dan negara yang turut serta lebih sedikit, namun relasi global antarperupa tidaklah hilang,” jelasnya di Yogyakarta, Kamis (19/10/2017).

Dan, lanjutnya, itulah yang terpenting karena sejatinya seni tidak mengenal batas. Seperti nilai kemanusiaan. Ada di setiap titik di sudut bumi. Karena itu, terpenting adalah interaksi yang terbangun antar seniman. “Mereka akan bertemu, saling kenal dan tentu akan terjadi pertukaran gagasan. Dari sinilah akan lahir karya-karya yang bagus,” harapnya.

Turut serta dalam Yogyakarta International Art Festival kali ini Kartini Basuki, perempuan pelukis murid S. Sudjojono yang karya-karyanya sudah mendunia. Kehadiran perupa senior seperti Kartini Basuki ini diharapkan bakal membuka cakrawala seniman-seniman muda yang turut bergabung dalam acara ini.

Pengelola Jogja Gallery, Indro Kimpling menyebutkan, seniman dari luar negeri merupakan seniman yang telah melalui seleksi yang cukup ketat. “Para seniman ini akan saling berinteraksi. Bertukar budaya, termasuk nantinya akan mengunjungi sejumlah objek wisata, semisal Candi Borobudur, Keraton Yogyakarta yang nantinya bisa promosi pariwisata ke negaranya masing-masing,” katanya.

Rencananya, para seniman ini juga akan melukis di kawasan Candi Borobudur. “Besuk akan kita lihat hasilnya seperti apa,” ucapnya.

Menurutnya, para seniman luar negeri itu akan dikondisikan untuk tidak ingin pulang, sehingga bisa menikmati budaya dan keistimewaan Yogyakarta. “Akan menjadi kenangan sendiri dan tidak akan lupa sepanjang hidupnya,” harapnya.

Salah satu seniman lukis asal Vietnam, Pham Huy Thong mengaku baru pertama kali datang ke Yogyakarta dan mengikuti Yogyakarta International Art Festival. Ia mengaku terkesan datang ke budaya ini, meski bukan kota besar. “Yogyakarta termasuk kota kecil, tapi kebudayaan dan keseniannya cukup menarik,” kesannya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here