Home Senggang 34 Seniman Mancanegara Melukis di Hutan Pinus Mangunan

34 Seniman Mancanegara Melukis di Hutan Pinus Mangunan

387
0
SHARE
AJANG MELUKIS: Penggagas acara YIAF, Hadi Soesanto “HaSoe” tengah menjelaskan kepada pers. (tiras.co/bambang sk)

BANTUL, tiras.co – Objek wisata Seribu Batu Hutan Pinus Mangunan, Bantul menjadi ajang melukis bagi para seniman mancanegara, Sabtu (14/9/2019). Ada yang melukis gunung maupun coretan-coretan mirip motif batik, dan tema lainnya. Kehadiran para seniman kali ini merupakan bagian dari program Yogyakarta International Art Festival (YIAF) 2019. Karya lukis mereka itu merupakan ungkapan respons pengalaman mereka selama lima hari mengunjungi beberapa lokasi di Yogyakarta.

Penggagas YIAF, Hadi Soesanto “HaSoe” menjelaskan, agenda seperti ini sudah tiga kali dilaksanakan sejak 2015. “Para seniman ini datang ke Yogyakarta untuk melihat situasi terkini, sekaligus belajar tentang budaya secara langsung,” kata HaSoe. Pada YIAF tahun ini peserta diajak keliling Yogyakarta untuk belajar mengenai banyak hal. “Mereka melukis di Pinus Mangunan merespons apapun yang menarik menurut mereka,” ujarnya.

Menurutnya, 34 seniman dari 17 negara itu datang ke Yogyakarta secara mandiri. Mereka memperoleh informasi dari rekan sesama seniman yang dua tahun silam datang ke Yogya. Karya seni mereka itu akan dipamerkan di Borobudur. “Di sini kita bisa melihat langsung proses pembuatan karya. Seniman yang datang ini selalu berbeda dari tahun ke tahun,” sebut HaSoe.

Penyelenggara YIAF 2019, Anang Batas menunjukkan inilah wujud dari pertukaran budaya yang riil. Setelah di Tebing Breksi, para seniman mancanegara itu diajak ke Hutan Pinus Mangunan untuk melukis dengan latar alam. Melalui program tersebut, Anang ingin mengenalkan Hutan Pinus Mangunan ke luar negeri. “Untuk teman-teman di luar negeri, referensi dari teman dan kerabat itu jauh lebih dipercaya. Seniman-seniman ini pasti gethok tular Yogyakarta itu indah,” harapnya.

Dari program ini, Anang ingin karya-karya mereka mengisi ruang pameran tersendiri. Selama tiga periode YIAF, karya-karya para seniman tersimpan di kediaman Hasoe.
Pihaknya berencana menggelar pameran yang menunjukkan proses YIAF dari tahun 2015 itu. “Mudah-mudahan bisa terlaksana agar publik bisa melihat bagaimana seniman luar negeri berproses membuat karya,” katanya penuh harap. (bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here