Home Berita Komunikasi Politik Istana Kepresidenan Buruk (1)

Komunikasi Politik Istana Kepresidenan Buruk (1)

602
0
SHARE
Emanuel Migo dan alumni PMKRI mengkritik buruknya komunikasi politik Istana Presiden. (tiras.co/istimewa)

JAKARTA, tiras.co – Forum Sahabat Penyatu/Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menilai kegaduhan politik belakangan ini ditengarai akibat buruknya sistem komunikasi politik di lingkaran Istana Kepresidenan.

”Istana belum mampu mengajak masyarakat untuk memahami dan mendukung berbagai kebijakan pemerintah,” kata Koordinator Forum Sahabat Penyatu/Alumni PMKRI, Emanuel Migo kepada pers di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Ia menduga ironi itu karena beberapa orang dalam lingkaran Istana justru terkesan komunikasi dan pernyataannya menciptakan distorsi pemahaman publik.

Sehingga berdampak pada resistensi dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Parahnya lagi, Presiden Jokowi seolah berjalan sendirian, sementara yang lain sibuk menyelamatkan diri masing-masing untuk sejumlah kepentingan di kabinet dan jabatan lainnya di periode baru.

Catatan kritis para alumni/penyatu PMKRI merupakan hasil diskusi yang berkembang pada acara Ngobrol Pintar (Ngopi Bareng Sabtu), pekan lalu.

Hadir dalam diskusi, Tri Agung Kristanto (wartawan Senior Kompas), para alumni PMKRI seperti politikus PDI Perjuangan Restu Hapsari dan Yohanes Fransiskus Lema (Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan), Sebastian Salang (pengamat politik), Antonius Doni Dihen (politikus PKB dan mantan TKN Jokowi-Ma’ruf).

Kalangan profesional yang hadir di antaranya Gaudens Wodar, Leonardo J Renyut, Emanuel Migo, Stefanus Asat Gusma. Acara juga dihadiri dari kalangan hukum yakni Monica, Emanuel Herdiyanto serta bloger Priyo Husodo, pegiat LSM Indro Surono dan Gaby Sola.

Sering Blunder

”Perkembangan terakhir tampaknya komunikasi politik di lingkaran Istana Presiden sering melakukan blunder dalam menanggapi isu-isu yang berkembang. Respons Istana atas suatu masalah di media seringkali menjadi bola liar yang tidak terkendali di publik,” tandas Migo.

Ia menduga adanya masalah besar di lingkaran Istana Kepresidenan terkait pengelolaan dinamika politik, terutama tentang pengelolaan komunikasi politik yang dibangun. Pada 2017, Presiden Jokowi sendiri pernah mengeluhkan komunikasi politik ke publik yang belum maksimal dan kurang luas menjangkau publik.

”Jokowi gerah dan sudah beberapa kali mengingatkan, namun tidak juga ada perbaikan. Di periode pertama pemerintahannya, Jokowi sangat dirugikan dengan lemahnya komunikasi politik Istana,” ujar Migo mengutip pandangan yang berkembangan dari diskusi para alumni PMKRI.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here