Home Berita Kebudayaan Harus Dibangun Terus

Kebudayaan Harus Dibangun Terus

730
0
SHARE

BANTUL, tiras.co – Budaya dan potensi lokal yang berupa seluruh budaya daerah atau etnis yang sudah lama hidup dan berkembang hendaknya tetap menjadi unsur budaya yang dipelihara dan diupayakan untuk diintegrasikan menjadi budaya baru secara keseluruhan.

Demikian disampaikan Guru Besar pada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Dr Suminto A. Suyuti pada Sarasehan Kebudayaan dalam rangka Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XIV-2018 di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Jumat (19/10/2018).

Selanjutnya ditunjukkan pada kasus bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang dijunjung tinggi. Bahasa yang hingga kini disebut sebagai bahasa nasional sebagai salah satu wujud budaya nasional, karena perkembangan dan pengembangannya, sebenarnya berasal dari sesuatu yang lokal, yakni bahasa Melayu. Sebagai bahasa nasional, ia telah diterima oleh etnik-etnik lain dan memperoleh pengayaan dari bahasa-bahasa lokal yang lain. Bahasa daerah tertentu di kawasan Nusantara (sebagai bagian dari budala lokal) yang kaya dengan ekspresi suasana emosi, meniscayakan potensi kebermaknaan tertentu dalam memperkaya bahasa nasional.

Menurut budayawan dan sastawan Suminto A.Suyuti, apa yang disebut sebagai budaya dan potensi lokal meniscayakan adanya muatan budaya masa lalu. Ini dapat juga berfungsi untuk membangun kerinduan pada kehidupan nenek moyang, yang menjadi tonggak kehidupan masa sekarang. Dengan cara demikian, jelasnya, kesadaran budaya dan sejarah dapat ditumbuhkan. Anggapan bahwa yang relevan dengan kehidupan hanyalah ‘masa kini dan di sini’ juga dapat dihindari. “Budaya dan potensi lokal dapat dijadikan jembatan yang menghubungkan antara masa lalu dan masa sekarang. Antara generasi nenek moyang dan generasi sekarang, demi menyiapkan masa depan dan generasi mendatang,” ujarnya.

Di samping mempunyai arti penting bagi identitas daerah yang memilikinya, pengembangan budaya dan potensi lokal dinilai memiliki arti penting pula bagi perkembangan budaya bangsa. Koreografi, musik dan sastra yang menempatkan nilai-nilai lokal sebagai sumber inspirasi kreatif, misalnya, akan mendorong rasa kebanggan masyarakat terhadap budayanya, dan sekaligus bangga terhadap daerahnya karena telah berperan serta dalam menyumbang pengembangan budaya ecara luas.

“Karya-karya seni budaya yang digali dari sumber-sumber potensial yang bersifat lokal, jika ditampilkan dalam wajah atau wacana nasional niscaya memiliki sumbangan yang tidak sedikit bagi terciptanya identitas baru,” tuturnya.

Prof Suminto A.Suyuti mengatakan, menempatkan kebudayaan sebagai benteng budaya bangsa menjadikan kebudayaan itu tidak akan tumbang. Karenanya kebudayaan harus selalu dibangun terus-menerus dalam konteks kebudayaan. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here